Saturday, May 28, 2011

Krisis FIFA Kian Meluas - Berita

Saturday, May 28, 2011
Krisis—isu skandal penyuapan—dalam tubuh FIFA—kian meluas menyusul permintaan Presiden AFC Mohamed Bin Hammam yang meminta Komite Etik juga turut memeriksa Presiden FIFA Sepp Blatter. Alasannya, Bin Hammam menuding Blatter secara efektif menyetujui adanya pembayaran ilegal seperti yang disangkakan.
Seperti diketahui, tudingan suap dilontarkan Sekjen Concacaf yang juga anggota Komite Eksekutif (Exco) dari AS, Chuck Blazer, yang menengarai jika Bin Hammam dan sosok Exco terkenal dari Trinidad & Tobago Jack Warner telah menawarkan dana 25 ribu pound sebagai imbalan suara kepada dua ofisial dari Karibia. Tuduhan yang langsung dibantah Bin Hammam (Baca: Bin Hammam Bantah Tuduhan Suap).
Dalam pernyataan resminya, Bin Hamman mengaku terkejut dengan munculnya tudingan tersebut yang berbarengan dengan akan digelarnya pemilihan Presiden FIFA dimana dirinya bakal jadi penantang Blatter. Saya terkejut dengan tudingan pemerasan. Ia tegas membantah dan bersikeras jika hal itu dilakukan tanpa ada bukti, tegas Bin Hammam.
Lebih lanjut, Tudingan yang dimaksud juga menyatakan bahwasanya Blatter, Presiden FIFA yang sekarang, juga telah diberi informasi, yang mana yang bersangkutan tidak menyatakan ketidaksetujuannya, terhadap pembayaran ilegal kepada Uni Sepakbola Karibia. Karenanya, saya meminta investigasi yang akan dilakukan Komite Etik juga melingkupi Blatter.
Dengan mengingat waktu munculnya tudingan sangat berdekatan dengan pemilihan presiden pada 1 Juni, maka langkah tersebut merupakan bagian dari usaha untuk merusak imej saya dan mendesak saya untuk mundur dari kandidat Presiden FIFA. Saya tidak takut untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Komite Etik. Sepanjang Komite menjamin terselenggaranya proses yang fair, maka tidak ada hal yang pantas saya takuti, tandas Bin Hammam.Liputan6

0 comments:

Post a Comment